Laman

Rabu, 06 Maret 2013

Proses Penjernihan Air


Proses Penjernihan Air
Air merupakan salah satu bahan kimia di alam yang sangat penting dan sangat diperlukan dalam kehidupan pada umumnya dan bagi makhluk hidup khususnya. Sekitar 0,7 bagian berat badan adalah air. Oleh karena itu apabila kekurangan air, makhluk hidup akan mati. Jumlah keseluruhan air didunia ini tidak berubah, yang berubah hanyalah kualitas, wujud, dan tempat air tersebut. Air bersih bisa menjadi air yang telah terkotori atau sebaliknya air yang kotor bisa menjadi air yang bersih (pada proses penguapan). Di alam tidak ditemukan air yang betul-betul murni, pasti bercampur bahan pengotor.  Air hujan yang dianggap bersih juga mengandung berbagai zat seperti gas-gas, debu,kuman, atau bibit penyakit.
Air di alam yang meliputi 72% permukaan bumi, berdasarkan tempat atau lokasinya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok sumber air, yaitu :
1.       Sumber air laut/lautan
2.       Sumber air permukaan tanah, antara lain :
·         Sungai kecil : Keadaan air sungai kecil relatif masih dapat dikatakan bersih karena belum banyak daerah yang dilewati air tersebut.
·         Sungai besar : Keadaan air sungai besar dapat dikatakan sudah kotor/tercemar.
·         Danau : Keadaan air dalam danau dapat dikatakan bersih, karena sudah terjadi proses pengendapan. Makin besar danau, maka makin bersih airnya.
·         Kolam : Keadaan air kolam sangat kotor, karena merupakan penampungan air hujan, air sungai, dan air selokan buangan rumah tangga.
3.       Sumber air tanah, antara lain :
·         Mata air : Keadaan air dari mata air dapat dikatakan bersih , karena telah mengalami penyaringan oleh tanah dan batu-batuan dalam tanah.
·         Ruang rembesan di bawah tanah : Keadaan air nya lebih bersih daripada air danau, air sungai atau air kolam yang merembes kedalamnya, sebab sudah mengalami proses penyaringan oleh tanah disekitar ruang tersebut.
·         Sumur : Keadaan air sumur tanah dalam lebih bersih daripada air sumur tanah dangkal. Makin dalam sumur itu di gali maka makin bersih airnya.
Air selalu mengandung bahan-bahan pencemar, oleh karena itu air tidak boleh langsung digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan sebelum bahan pencemarnya dihilangkan. Untuk menghilangkan bahan pencemar tersebut, perlu dilakukan suatu proses yang disebut proses penjernihan air. Proses ini cara pengerjaannya bergantung pada sumber darimana air itu diperoleh dan bergantung pula pada tujuan pemakaiannya. Setiap pemakaian air mempunyai persyaratan standar kualitas air tertentu, baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk keperluan industri.
STANDAR PERSYARATAN KUALITAS AIR UNTUK KEPERLUAN RUMAH TANGGA
Klasifikasi Bahan Pengotor
Ketidakmurnian
Maksimum yang diizinkan (dalam ppm atau mg/ltr )
Fisis
1.       Warna
15 - 25
2.       Kekeruhan
5 – 10
3.       Suhu
10° - 15,6° C
4.       Rasa dan bau
-
Biologis
Bakteri koli
Tidak boleh lebih dari satu koloni bakteri / 400 ml sampel air







Bahan Kimia
1.       pH
6,6 – 8,0
2.       Zat padat baik tersuspensi  maupun yang terlarut

500 – 100
3.       Kesadahan
75 – 115
4.       Barium
1,00
5.       Kadmium
0,01
6.       Krom
0,05
7.       Selenium
0,05
8.       Arsenat
0,05
9.       Magnesium
0,05
10.   Besi
0,30
11.   Timah hitam
0,05 – 0,10
12.   Tembaga
1,04 – 3,00
13.   Seng
15,00
14.   Perak
0,05
15.   Flourida
1,50
16.   Sianida
0,20
17.   Senyawa fenol
0,001
18.   Senyawa sulfat
250,00
19.   Senyawa nitrat
45,00
20.   B.O.D
-
21.   Klorida
250,00
Radiologi
Sinar
1 uuc/liter
Sinar
10 uuc/liter
STANDAR PERSYARATAN KUALITAS AIR UNTUK KEPERLUAN BERBAGAI INDUSTRI
NO
Industri
Kesadahan CaCO3 mg/ltr
Jumlah zat terlarut
Besi mg/L
Kekeruhan mg/ltr
Keabsahan mg/ltr
Warna Co
Mn
mg/ltr
Fe dan Mn
pH
1.
Industri kertas :










a.Kertas dari kayu
200
500
1,50
50
-
20
0,5
-
-

b.Kertas krep yang diputihkan
100
300
0,25
25
-
15
0,1
-
-

c.Kertas krep tanpa diputihkan
200
500
0,10
100
-
100
0,5
-
-

d.Kertas dari natrium sulfit
100
300
0,25
15
-
10
0,05
-
-











2.
Industri tekstil :










a.Umum
50 – 135
-
-
5
-
20
-
-
-

b.Pencelupan
20
-
-
5
-
5 – 20
-
0,25
-

c.Wool
20
-
-
5
-
70
-
1,00
-

d.Katun
20
-
-
5
-
5
-
0,2
-











3.
Rayon :










a.Produksi
8
-
-
5
50
5
-
0,05
-

b.Buatan pabrik
55
-
-
0,3
-
-
-
0,2
7,8-8,3











4.
Penyamakan
50 – 135
-
-
20
133
10-100
-
0,2
8,0











5.
Pabrik roti
-
-
-
10
-
10
-
0,5
-











6.
Pabrik minuman :










a.Terang
-
500
-
10
75
-
-
0,1
6,5 - 7

b.Gelap
-
5000
-
10
150
-
-
0,1
7,0











7.
Makanan kalengan:










a.Umum
-
-
-
10
-
-
-
0,2
-

b.Legumes (kacang-kacangan)
25 – 75
-
-
10
-
-
-
0,2
-
8.
Pembuatan es
-
300
-
1 - 5
30 - 50
5
-
0,2
-

Langkah-langkah tertentu yang harus dilakukan dalam proses penjernihan air dari setiap sumber air yaitu langkah penyaringan dan langkah desinfektasi atau pembasmian bibit penyakit. Ada proses penjernihan air yang perlu dilakukan langkah penyaringan sampah-sampah yang terapung sebelum dilakukan proses lebih lanjut. Sedangkan air dari dalam sumber tanah dalam yang keadaannya dapat dikatakan bersih tidak mengandung sampah, lumpur, bangkai, maka proses penjernihannya hanya cukup melalui langkah desinfektasi / pembasmian bibit penyakit dan penyaringan saja.
Jadi, langkah-langkah proses penjernihan air bergantung pada sumber air atau bergantung pada keadaan kualitas air  yang akan diproses. Secara garis besar, proses penjernihan air atau proses pengolahan air untuk keperluan rumah tangga dapat dibagi menjadi 3 langkah :
1.       Proses Koagulasi (penggumpalan)
Air permukaan selalu mengandung lumpur, baik yang diameternya cukup besar hingga mudah mengendap, maupun yang diameternya kecil sekali, sehingga untuk mudah mengendapkan diperlukan zat-zat penggumpal agar diameter lumpur menjadi besar dan mudah mengendap. Dengan penambahan zat penggumpal, partikel-partikel lumpur yang halus akan berubah menjadi partikel-partikel yang cukup besar.
2.       Proses penyaringan /filtrasi
Setelah partikel lumpur di gumpalkan menjadi parikel yang lebih besar, sebagian akan mengendap dan sebagian lagi akan terapung diatas air. Untuk mendapatkan air yang lebih bersih dengan menyaring partikel-partikel lumpur yang terapung dengan cara menyaringnya menggunakan saringan pasir.
3.       Proses desinfeksi
Air yang telah diberi zat pengumpal dan disaring, sebelum di gunakan sebaiknya didesinfeksi terlebih dahulu dengan menambahkan kaporit. Namun penambahan kaporit ini harus dilakukan setepat mungkin dosisnya , karena apabila terlalu berlebihan akan menyebabkan air berbau klor. Untuk menghilangkan bau klor ini dapat disaring lagi dengan menggunakan arang aktif untuk menyerap sisa klor nya.
Berikut gambar dari ketiga proses diatas:

Setelah dilakukan tiga proses tersebut, barulah air permukaan dapat digunakan untuk kepentingan rumah tangga.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar